Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryJan 8, '09 9:36 AM
for everyone
Penelitian pada masa lalu menyebutkan bahwa minyak kelapa dan minyak kelapa sawit tidak sehat untuk dikonsumsi. Bahkan pada era 1980an American Soybean Assosiation (ASA), National Heart Savers Association (NHSA) dan Centre for Science in the Public Interest (CSPI) mengkampanyekan bahwa minyak kelapa membahayakan kesehatan karena dapat menyebabkan penyakit anterosklerosis dan jantung koroner. Indonesia sebagai negara penghasil minyak kelapa tidak dapat melakukan perlawanan, namun sebaliknya Malaysia dengan gigih melakukan penelitian untuk menentang pendapat miring mengenai kandungan minyak kelapa sawit yang dikatakan memiliki asam lemak jenuh tinggi. Hasilnya, seluruh dunia percaya bahwa minyak kelapa sawit aman untuk dikonsumsi.

Sungguh penelitian yang sangat merugikan Indonesia sebagai penghasil minyak kelapa, dan negara-negara Pasifik lainnya pada umumnya. Banyak masyarakat yang termakan hasil penelitian tersebut dan menghindari konsumsi minyak kelapa. Di sisi lain, produsen minyak kelapa sawit, minyak jagung, minyak kedelai, dan minyak biji bunga matahari menikmati profit yang cukup besar akibat hasil penelitian tersebut.

Namun pada dekade tahun 1990-an, berbagai macam peneltian menyatakan bahwa
minyak kelapa mempunyai khasiat yang besar bagi kesehatan. Asam laurat yang merupakan asam dominan yang terkandung pada minyak kelapa dan asam kaprat ternyata memiliki khasiat sebagi anti virus, anti bakteri, dan anti protozoa.

Secara kimia, minyak kelapa terbentuk dari terbentuk dari rantai karbon, hidrogen, dan oksigen yang disebut dengan asam lemak. Asam lemak digabung oleh satu molekul gliserol membentuk gliserida. Gliserida yang terdapat pada lemak dan minyak adalah trigliserida. Berdasarkan tingkat kejenuhannya, asam lemak dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu asam lemak jenuh, asam lemak tak jenuh ganda, dan asam lemak tak jenuh tunggal. Dibandingkan dengan minyak nabati lainnya, minyak kelapa mempunyai kandungan asam lemak jenuh yang paling tinggi. Tingginya asam lemak jenuh yang dikandung menyebabkan minyak kelapa tahan terhadap oksidasi. Oksidasi inilah yang menyebabkan pembentukan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh. Asam lemak jenuh memiliki 3 macam subkelompok, pertama yaitu kelompok minyak dengan asam lemak rantai pendek atau short chain triglyrecide (SCT). Yang kedua kelompok minyak dengan rantai sedang atau medium chain triglyrecide (MCT). Dan yang ketiga adalah long chain triglyrecide (LCT) .

Kandungan asam lemak jenuh minyak kelapa didominasi oleh asam laurat, yang merupakan MCT. Asam laurat ini membuat minyak kelapa menjadi berbeda dari semua minyak nabati lain dan mampu menambah kesehatan bagi tubuh. MCT yang terkandung di dalamnya ibarat bensin beroktan tinggi yang mampu membuat mesin mobil bekerja tinggi. MCT membakar lebih banyak kalori dan meningkatkan lahu metabolisme.

Sebuah penelitian yang dilakukan di India menunjukan bahwa serangan kardiovasikular di pulau Nicobar sangat rendah karena penduduk yang bermukim di pulau tersebut mengkonsumsi kelapa. Sama halnya dengan penduduk di pulau Lashadeveep yang mengkonsumsi daging buah kelapa dan minyak kelapa sebagai minyak makan ternyata kemungkinan terkena penyakit jantung sangatlah rendah.

Minyak kelapa juga ternyata dapat mencegah kaker usus besar, payudara dan prostat. Riset membuktikan bahwa 33% yang mengkonsumsi minyak jagung menderita kanker usus, sedangkan yang mengkonsumsi minyak kelapa 3% menderita kanker usus.
      
Dilaporkan oleh B.File dalam Allorerung (2000), bahwa minyak kelapa bermanfaat untuk  :
1. Mengurangi resiko alterosklerosis dan penyakit yang terkait
2. Menurunkan resiko kanker dan penyakit degeneratif lain
3. Membantu mencegah infeksi virus
4. Mensupport sistem kekebalan tubuh
5. Membantu mencegah osteoporosis
6. Membantu mengontrol diabetes
7. Memulihkan kembali kehilangan berat badan
8. Menyediakan sumber energi dengan cepat
9. Menyediakan sedikit kalori dibandingkan dengan lemak lain

Selain itu minyak kelapa juga :

1. Menyediakan nutrisi penting untuk kesehatan
2  Memperbaiki sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi
3. Membantu kulit tetap lembut dan halus
4. Membantu mencegah kanker kulit
5. Tidak mengandung kolesterol
6. Tidak menaikan kolesterol darah
7. Tidak menyebabkan kegemukan.

Sumber :

1. http://www.ntfp.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=47&Itemid=2
2. Gempur Penyakit dengan VCO, buku karangan J Kuncoro Sukartin, MM, MBA & Maloedyn Sitanggang


afemaleguest wrote on Jan 8, '09
Minyak kelapa oh minyak kelapa ...
kok ya bisa jadi 'kambing hitam' juga yah di Indonesia?
hehehehe ...
giustizia wrote on Jan 8, '09
Karena kepengaruh penelitian pihak asing yang pengen produknya lebih laku di pasaran internasional....makanya akhirnya dari situ saya sadar bahwa selama ini kita salah...
afemaleguest wrote on Jan 8, '09
Ya memang begitulah nasib bangsa kita :-( kurang critical thinking sih...
rennymeirina wrote on Jan 8, '09
Waa kalo VCO sih emang dari dulu bagus.. gue sempet konsumsi itu tuh...
ladjar wrote on Jan 8, '09
Di Bandung, jeans merk LEA jadi LAE, REEBOK jadi ROBEEK, NIKE jadi NIKI, dll. Itu niru apa emang originalnya ya?
giustizia wrote on Jan 8, '09
gak nyambung, ngomongin minyak kelapa larinya kemana hehehhe...!wah kalo soal itu gue nggak tau ya..
Add a Comment